Perkembangan Olahraga Renang

esene.co.id – Setelah berhasil menyelesaikan Futsal LIMA Nasional 2015, Liga Mahasiswa melanjutkan serangkaian kompetisi LIMA Renang Nasional 2015. Kompetisi akan berlangsung pada hari Minggu 6/9 di kolam Universitas Negeri Yogyakarta. Namun sebelum memasuki kompetisi, ada baiknya kita mengetahui sejarah World Swimming Race dan Indonesia.

Sejarah dunia renang

Kompetisi renang dimulai sekitar 1800 di Eropa. Sebagian besar perenang menggunakan katak pada saat itu. Pada tahun 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya tren dalam kompetisi renang setelah meniru gaya bebas renang India. Sebagai akibat dari keengganan Inggris untuk gerakan renang, yang disemprot dengan air di sana-sini, Trudgen menggantikan gerakan kaki gaya bebas yang naik dan turun gerakan kaki gunting seperti berenang sisi.

Berenang telah menjadi salah satu olahraga yang diselenggarakan oleh Olimpiade Athena pada tahun 1896 dan Olimpiade Stockholm tahun 1912, jumlah kolam renang wanita telah diperdebatkan. Pada tahun 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional didirikan pada tahun 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada 1930-an. Awalnya, gaya kupu-kupu adalah variasi dari ayunan dada, sebelum dianggap pada tahun 1952 sebagai gaya berenang yang terpisah.
Sejarah berenang di Indonesia.

Sementara itu,

sejarah renang dimulai di Indonesia dengan pembentukan Bandung Swim Association (Bandung Zwembond) pada tahun 1917. Tahun berikutnya, Asosiasi Renang Zwembond Jawa Barat dan Asosiasi Java Swim Oriente (Oost Java Zwembond) didirikan. pada tahun 1927, saya sering juga menyelenggarakan kompetisi renang antar wilayah. Catatan kejuaraan juga terdaftar sebagai rekor di Belanda.

Pada tanggal 21 Maret 1951 dilakukan oleh Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) Asosiasi Semua Berenang Indonesia lahir, yang kemudian disingkat menjadi PBSI. Kongres pertama di Jakarta memiliki presiden pertama, prof. Dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil presiden, sekretaris, bendahara dan komisi teknis.

Kongres PBSI ke-5, di Kongres, di samping pemilihan manajemen baru, yang presidennya dipercayakan D. Soeprajogi, juga Kongres ini nama Asosiasi Renang Seluruh Indonesia (PBSI) di semua Asosiasi Renang Indonesia (PRSI) berubah. Perubahan ini bermula dari pertimbangan bahwa ada dua organisasi olahraga besar yang memiliki singkatan PBSI, asosiasi bulutangkis Indonesia.

Akhirnya, hingga 1963, ketika PRSI mengadakan kongres di Jakarta, ia berhasil mengatur manajemen baru dengan presiden umum D. Soeprajogi. Kemudian ditemani oleh 3 presiden, 2 berenang, menyelam indah dan polo air. Keputusan lain, yang dicapai pada Kongres VI PRSI, adalah mengubah konsep persatuan menjadi persatuan. Sejauh ini, PRSI adalah singkatan dari Association of Swimming All Indonesia.

Baca Lainnya:

Cara Mendukung orang yang terkena HIV

Pengertian budaya Lengkap