Dampak negatif menuruti semua kemauan anak

esene.co.id – Orang tua pada umumnya menaati semua keinginan anak untuk menebus rasa bersalah anak, misalnya, karena mereka terlalu sibuk bekerja. Juga, merasa tidak siap untuk anak-anak yang mengamuk juga bisa menjadi salah satu alasan mengapa orang tua mematuhi semua permintaan anak-anak.

Perhatikan bahwa semua keinginan anak-anak dapat memiliki dampak negatif, itulah cara menghentikannya .Patuhi semua keinginan si anak, tidak hanya dalam bentuk barang atau bahan. Berikan aturan yang sangat fleksibel kepada anak-anak atau anak bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan tanpa konsekuensi apa pun, itu juga bisa menjadi cara untuk mematuhi semua keinginan anak.

Dampak negatif terhadap anak. Beberapa di antaranya adalah:

1. Buat anak-anak sulit untuk mengikuti aturan

Si Kecil tidak selalu berada di lingkungan keluarga. Ada kalanya dia di sekolah atau les. Jika Ibu dan Ayah selalu mematuhi semua petisi mereka, Petty akan cenderung sulit untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

2. Bentuk materialistis dan menghina.

Jika orang tua selalu memberikan barang yang diinginkan, anak akan berpikir bahwa kebahagiaan hanya diperoleh dengan memiliki barang yang diinginkan. Ini dapat meningkatkan risiko bahwa anak memiliki sifat materialistis dan tidak menghargai apa yang dimilikinya. Ketika mereka dewasa, anak-anak juga akan sulit membedakan hal-hal apa yang perlu dan diinginkan.

3. Buat anak-anak sulit mengambil keputusan.

Sulit untuk membuat keputusan ketika orang dewasa adalah dampak jangka panjang dari kebiasaan orang tua yang selalu mematuhi semua keinginan anak-anak. Ini termasuk keputusan kecil dan keputusan penting yang memengaruhi hidup Anda, misalnya saat menentukan karier atau pasangan.

4. Meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak-anak.

Selalu mematuhi keinginan anak untuk mengkonsumsi berbagai makanan dan minuman tidak sehat akan menyulitkan anak-anak untuk mengadopsi kebiasaan makan yang sehat. Jika dibiarkan, anak-anak akan lebih terpapar masalah kesehatan, seperti obesitas.

Cara menghentikan kebiasaan menaati keinginan anak

Wajar jika orangtua ingin anak-anak mereka bahagia. Meski begitu, Bunda dan Ayah tidak selalu harus menuruti keinginan Si Kecil. Di sisi lain, keinginan yang di luar batas atau keadaan yang mengesankan.

Walaupun terkadang sulit bagi orang tua untuk menolak keinginan anak, tetapi ketahuilah bahwa sikap orang tua dalam hal ini akan membangun karakter anak di masa depan. Dengan hati-hati jelaskan anak dengan cara yang mudah dimengerti, berkenaan dengan konsep skala prioritas, serta hak dan tanggung jawab.

Awalnya, anak mungkin memberontak dan marah, tetapi orang tua harus tetap teguh. Dengan cara ini, anak-anak akan belajar bagaimana mengendalikan emosi dan memahami bahwa tidak semua keinginan harus atau dapat dipenuhi.

Cara selanjutnya yang dapat dilakukan orang tua adalah menerapkan disiplin. Misalnya, seorang anak hanya bisa mendapatkan mainan baru jika dia bisa mendapatkan nilai bagus selama tes. Dengan cara ini, anak-anak akan belajar mematuhi aturan. Tapi ingat, terapkan aturan secara konsisten, ibu dan ayah.

Juga, ajari anak untuk selalu bersyukur atas semua hal yang mereka miliki. Ibu dan ayah juga harus menjadi panutan yang baik untuk si kecil. Anak-anak akan belajar lebih mudah melalui contoh yang diberikan oleh orang tua mereka setiap hari.

Jika Anda masih merasa sulit untuk menolak permintaan anak, ibu dan ayah dapat berkonsultasi dengan psikolog anak tentang cara untuk menghentikan kebiasaan mengikuti semua keinginan anak.