Contoh cerita pendek dan pendek

Contoh cerita pendek dan pendek

Cerpen dan cerpen adalah jenis cerita dengan garis yang tidak terlalu panjang.

Biasanya, cerita pendek dan pendek ini menceritakan sesuatu yang terjadi sekaligus.

Karena itu, bentuk pendeknya tampak lebih pendek.

Berikut ini beberapa contoh cerita dan kisah.

1. Sejarah persahabatan yang singkat

contoh dari kisah persahabatan otak

Kesenangan berbagi dengan teman baik

Suatu pagi, ketika hujan cukup deras, Silvia bingung bagaimana harus pergi ke sekolah.

Sementara cuacanya tidak mendukung.

Tidak lama kemudian, telepon berdering ketika Silvia berdiri diam menonton hujan.

Dia segera menjawab telepon.

Silvia dipanggil oleh berlian yang merupakan sahabatnya.

Intan juga mengatakan dia akan segera menjemput Silvia karena dia tahu Silvia gelisah dan tidak bisa pergi ke sekolah.

Tak lama kemudian, Silvia memberi tahu ibunya bahwa dia akan pergi bersama sahabatnya Intan.

Karena kebetulan ayah Intan memiliki mobil, jadi ketika mereka bepergian mereka tidak perlu khawatir akan hujan.

Sang ibu merasa senang karena putranya bisa bersekolah.

Intan tiba di rumah Silvia bersama ayahnya yang mengendarai mobil.

Sesaat kemudian, Silvia menyapa ibunya di rumah dan segera bertemu Intan.

Silvia dan Intan kemudian memasuki ruang kelas setelah tiba di sekolah.

Dan kebetulan, mereka juga punya bangku.

Ketika saatnya tiba untuk istirahat, mereka pergi ke kantin sekolah untuk makan.

Ketika tiba saatnya untuk tawar-menawar, Intan menyadari bahwa dia tidak memiliki dompet.

Pada akhirnya, Silvia membayar makanan sahabatnya.

Keduanya adalah teman sejati yang selalu membantu dalam masalah.

Jadi mereka tidak hanya berbagi ketika mereka bahagia, mereka berempati bahkan ketika mereka sedih.

2. Cerita lucu

contoh cerita lucu
Suatu sore, dua pemuda setengah baya berbicara.

Saya Umar dan Husen. Mereka mengobrol sambil duduk di tepi lapangan.

Kebetulan, dia berhenti pada saat itu.

Mereka adalah teman sekelas di kelas delapan.

Selama lebih dari seminggu, salah satu teman mereka bernama Ardi tidak pergi ke kelas.

Menurut cerita, Ardi sakit dan dirawat di rumah sakit.

Rumah Husen dekat dengan rumah Ardi. Karena itu, ia sering menerima pertanyaan tentang kondisi Ardi.

Akhirnya Umar juga bertanya pada Husen.

“Sen, bagaimana kabar Ardi sekarang? Apakah dia sudah kembali ke rumah?”

Mendengar pertanyaan yang sering diajukan, Husen merasa malas dan menjawab dengan lembut dan lembam,

“Ardi sudah mati, Mar”

Jawaban itu ditangkap oleh Umar untuk jawaban Husen.

Rupanya, Umar mendengar jawaban Husen salah karena kebisingan di tepi lapangan.

“Apa ?? Ardi sudah mati?”

Mendengar ini, Husen menjawab dengan lebih tegas,

“Kamu sangat ceroboh, Mar, lebih baik tidak mati.”

Umar menertawakan jawaban Husen.

Dan dengan gaya setengah jengkel, Husen juga sedikit mengejek Umar, yang pendengarannya kurang peka.

Sumber : https://materibelajar.co.id/contoh-cerpen/